MAKALAH FARMASETIKA
“Buah Pepaya (Carica Papaya L)
Sebagai Bahan Pembuatan Krim Wajah”
(Makalah ini dibuat untuk memenuhi
tugas mata kuliah farmasetika dasar)
Oleh : Tia Widianti
NIM : 014030042
SEKOLAH TINGGI FARMASI MUHAMMADIYAH
TANGERANG 2014-2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur alhamdulillah saya panjatkan kehadirat Allah
SWT, yang mana dengan rahmat dan hidayah-nya saya mampu menyelesaikan makalah
ini dengan tepat waktu .
Makalah ini berjudul “Buah Pepaya (Carica Papaya L)
Sebagai Bahan Pembuatan Krim Wajah”. Uraian materi yang disajikan didapatkan
dari internet. Materi disajikan dalam bahasa yang tepat, lugas, dan jelas
sehingga mudah dipahami pembaca.
Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi salah satu
syarat penilaian mata kuliah farmasetika yang meliputi nilai tugas individu.
Saya sebagai penyusun menyadari bahwa makalah ini masih
jauh dari sempurna. Oleh karena itu, demi kesempurnaan makalah ini kritik dan
saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan.
Kepada para pembaca saya ucapkan selamat belajar dan
manfaatkanlah makalah ini dengan sebaik-baiknya.
Rangkasbitung,
16 Desember 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................
i
DAFTAR ISI...................................................................................................
ii
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................
1
1.1 Latar Belakang..........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................1
1.3 Batasan Masalah......................................................................................
2
1.4 Tujuan Penulisan.......................................................................................
2
BAB II TINJAU PUSTAKA.......................................................................... 3
2.1 Pepaya........................................................................................................
3
2.2 Pengertian Krim........................................................................................
3
2.3 Pengertian Wajah......................................................................................
4
BAB III PEMBAHASAN...............................................................................
5
3.1 Pepaya........................................................................................................
5
3.1.1 Klasifikasi Tanaman Pepaya.................................................................
5
3.1.2 Habitat Tanaman Pepaya...................................................................... 6
3.1.3 Kandungan Dari Tanaman Pepaya...................................................... .6
3.1.4 Manfaat Tanaman Pepaya....................................................................
6
3.2 Pengertian Krim........................................................................................
7
3.3 Alat dan Bahan Untuk Pembuatan
Krim................................................ 8
3.4 Proses Pembuatan Krim...........................................................................
8
BAB IV PENUTUP.......................................................................................
10
4.1 Kesimpulan.............................................................................................. 10
4.2 Saran........................................................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Meski semakin banyak jenis dan ragam buah impor, papaya tetap populer di Indonesia. Selain murah, zat gizi yang dikandungnyapun lengkap. Biji, daging, daun, batang, dan akarnya sangat bermanfaat sebagai obat.
Pada tahun 1992, The Center for Science
in the Public Interest (CSPI) di Washington AS meneliti manfaat kesehatandari 40 jenis buah. Penilaian didasarkan pada sumbangan dari Sembilan jenis vitamin, potasium, dan serat pangan yang terkandung pada masing-masing buah terhadap angka kecukupan gizi yang dianjurkan (AKG).
Dari penilaian tersebut, papaya telah ditetapkan sebagai buah yang paling menyehatkan,
kemudian disusul oleh cantaloupe, stroberi, orange,
dan tangerine.
Hasilpenelitian CSPI tersebut tentu sangat menggembirakan.Sebab, selain bergizi dan menyehatkan, papaya juga dikenal sebagai buah yang murah harganya dan enakrasanya. Varietas yang beragam dan ketersediaannya sepanjang tahun turut memperkokoh posisi papaya sebagai buah idola.
Hasilpenelitian CSPI tersebut tentu sangat menggembirakan.Sebab, selain bergizi dan menyehatkan, papaya juga dikenal sebagai buah yang murah harganya dan enakrasanya. Varietas yang beragam dan ketersediaannya sepanjang tahun turut memperkokoh posisi papaya sebagai buah idola.
Hal ini menjadi faktor untuk lebih memanfaatkan buah pepaya. Agar ketersediaannya dapat dimanfaatkan secara maksimal dan tentunya untuk kehidupan manusia.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan buah pepaya ?
2. Apa yang
dimaksud dengan krim ?
3. Bagaimana
proses pembuatan krim?
1.3
Batasan Masalah
Untuk mempersempit ruang lingkup, maka terdapat batasan masalah yang perlu didefinisikan dalam penulisan makalah ini. Penulisan difokuskan pada materi tentang “Buah Pepaya (Carica papayaL.) Sebagai Bahan Pembuatan Krim Wajah“.
1.4. Tujuan Penulisan
Dalam penulisan makalah ini, tujuan yang diharapkan dapat dicapai adalah sebagai berikut:
1. Untuk
mengetahui apa itu buah papaya (Carica papayaL)
2. Untuk
mengetahui apa yang
dimaksud dengan krim
3. Untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan krim
4. Untuk memenuhi tugas mata kuliah farmasetika
BAB II
TINJAU PUSTAKA
TINJAU PUSTAKA
2.1 Pepaya
Pepaya (Carica papayaL.), atau betik adalah tumbuhan yang berasal
dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan
kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. C. papaya adalah
satu-satunya jenis dalam genus Carica. Nama pepaya dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda, "papaja", yang pada gilirannya juga
mengambil dari nama bahasa Arawak, "papaya". Dalam bahasa Jawa pepaya
disebut "katès" dan dalam bahasa Sunda "gedang".
2.2 Pengertian Krim
Krim (cream) adalah sediaan
semi solid yang mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi
dalam bahan dasar yang sesuai. Istilah ini secara tradisional telah digunakan
untuk sediaan setengah padat yang mempunyai konsistensi relatif cair
diformulasikan sebagai emulsi air dalam minyak atau minyak dalam air. Krim
dapat digunakan untuk pemberian obat, melalui vaginal. (Farmakope Indonesia
edisi IV).
Krim berupa
emulsi kental mengandung tidak kurang dari 60% air, yang dimaksudkan untuk
pemakaian luar. Tipe krim ada 2 yaitu: krim tipe air/minyak (w/o) dan krim
minyak/air (o/w) umumnya disebut vanishing cream, mengandung air dalam
persentase yang besar dan asam stearat. Rata-rata jenis krim o/w lebih mudah
dibersihkan daripada kebanyakan salep.
2.3 Pengertian Wajah
Wajah atau muka adalah bagian depan dari kepala,
pada manusia meliputi wilayah dari dahi hingga dagu,
termasuk rambut, dahi, alis, mata, hidung, pipi, mulut, bibir, gigi, kulit, dan dagu. Wajah terutama digunakan untuk ekspresi wajah, penampilan,
serta identitas. Tidak ada satu wajah pun yang serupa mutlak, bahkan pada manusia kembar identik sekalipun.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Pepaya
Pepaya (Carica papayaL.), atau betik adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika
Selatan, dan kini menyebar
luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. C. papaya adalah
satu-satunya jenis dalam genusCarica.
Nama pepaya dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda, "papaja", yang pada gilirannya juga mengambil
dari nama bahasa Arawak, "papaya". Dalam bahasa Jawa pepaya disebut "katès" dan dalam bahasa
Sunda
"gedang".
3.1.1 Klasifikasi Tanaman Pepaya
Dalam sistematika tumbuhan, tanaman
pepaya diklasifikasikan ke dalam :
- Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
- Subkingdom :
Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
- Super Divisi :
Spermatophyta
(Menghasilkan biji)
- Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan
berbunga)
- Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua
/ dikotil)
- Sub Kelas : Dilleniidae
- Ordo : Violales
- Famili : Caricaceae
- Genus : Carica
- Spesies : Carica papaya L.
3.1.2 Habitat
Tanaman Pepaya
Tanaman
pepaya (Carica
papaya L) banyak
ditanam orang baik didaerah tropis maupun sub tropis, didaerah basah dan kering
atau didataran rendah dan pegunungan (sampai 1000 m dpl). Tanaman ini juga
dibudidayakan dikebun-kebun luas karena buahnya yang segar dan bergizi.
3.1.3 Kandungan dari Tanaman Pepaya
Tanaman
pepaya (Carica
papaya L) mempunyai
kandungan kimia yang berbeda-beda pada buah, daun, akar, maupun biji. Pada buah
terkandung asam butanorat, metal butanoat, benzilglukosinolat, linalool, papain,
asam alfa linoleat, alfa, filandren, alfa terpinen, gamma terpinen, 4-terpineol, dan
terpinolen. Pada daun terkandung alkaloid, dehidrokarpain, pesedokarpain,
flavonol, benzyl glukosinolat, papain dan tanin. Seratus gram daun dilaporkan
mengandung 74 kalori, 77.5 g H2O, 7 g protein, 2 g lemak, 11.3 g
karbohidrat total, 1.8 g serat, 2.2 g abu, 344 mg kalsium, 142 mg fosfor, 0.8 mg
besi, 18 g natrium, 652 mg kalium, 11.565 µg beta karoten, 0.09 mg thiamin,
0.48 mg riboflavin, 2.1 mg niasin, 140 mg asam askorbat dan 136 mg vitamin E.
3.1.4 Manfaat
Tanaman Pepaya







Pepaya merupakan buah yang kaya vitamin C dan beta
karoten, yang merupakan dua anti oksidan alami yang kuat. Kedua zat selain "bertempur" dengan radikal bebas dan mencegah aksi mereka, juga memperlambat proses aterosklerosis dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Pepaya
kaya dengan enzim yang disebut papain atau protease papain (sistein
protease), yang bertindak untuk menguraikan protein dan peptida.
Enzim ini membantu dalam proses pencernaan dan mendorong "penghapusan produk limbah". Di beberapa Negara papaya digunakan untuk memasak berbagai jenis daging .
Papain
juga memiliki efek anti inflamasi, yaitu mengurangi peradangan dalam tubuh. Maka papaya juga dapat digunakan sebagai krim wajah (masker) untuk mengangkat sel-sel mati dan bertindak sebagai pengelupasan ringan pada kulit.
3.2 Pengertian Krim
Krim (cream) adalah sediaan semi solid yang
mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan
dasar yang sesuai. Istilah ini secara tradisional telah digunakan untuk sediaan
setengah padat yang mempunyai konsistensi relatif cair diformulasikan sebagai
emulsi air dalam minyak atau minyak dalam air. Krim dapat digunakan untuk
pemberian obat, melalui vaginal. (Farmakope Indonesia edisi IV).
Krim berupa emulsi kental mengandung tidak kurang dari
60% air, yang dimaksudkan untuk pemakaian luar. Tipe krim ada 2 yaitu: krim
tipe air/minyak (w/o) dan krim minyak/air (o/w) umumnya disebut vanishing
cream, mengandung air dalam persentase yang besar dan asam stearat. Rata-rata
jenis krim o/w lebih mudah dibersihkan daripada kebanyakan salep.
3.3
Alat Dan Bahan Untuk Pembuatan Krim
Ø Alat
F Pisau
F Piring
F Sendok
F Blender
F Handuk
Ø Bahan
F pepaya segar
F Madu
3.4
Proses Pembuatan Krim
1. Ambil buah pepaya yang sudah matang
2. Kupas kulit
buah pepaya menggunakan pisau
3. Buang biji
pepayanya
4. Lalu, potong
kecil-kecil buah pepayanya
5. Tempatkan pepaya ke dalam blender
untuk dihaluskan sampai teksturnya lembut. Jangan tambahkan air pada tahap ini.
Jika Anda masih bisa merasakan bagian yang masih kasar, masukkan kembali ke
dalam blender untuk dihaluskan
6. Taburkan pepaya
yang telah dihaluskan kedalam piring
- Tambahkan
madu ke dalam masker pepaya yang sudah dihaluskan tadi untuk melembutkan kulit. Madu juga
dapat membantu membersihkan kulit Anda dari noda/flek hitam. Anda juga
bisa menambahkan beberapa air jeruk nipis ke dalam campuran untuk membantu
Anda merevitalisasi kulit yang kusam.
8. Oleskan masker papaya secara merata yang sudah dicampur dengan madu
tersebut pada bagian kulit wajah yang telah dibersihkan
- Pijat
dengan jari anda untuk meningkatkan
sirkulasi dan memungkinkan enzim menembus kulit anda.
- Setelah dioleskan pada wajah, diamkan selama 15-20 menit supaya meresap. Tunggu sampai masker mengering pada kulit. Setelah itu bilas dengan air hangat lalu keringkan dengan handuk lembut. Jangan menggosok kulit terlalu keras dan jangan langsung menerapkan make up pada kulit.
BAB
IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari materi-materi dan penjelasan-penjelasan yang terdapat dalam makalah ini dapat disimpulkan bahwa :
1. Pepaya (Carica
papayaL.), atau betik
adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika
Selatan, dan kini menyebar
luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis.
2. Krim (cream) adalah sediaan semi solid yang
mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan
dasar yang sesuai. Istilah ini secara tradisional telah digunakan untuk sediaan
setengah padat yang mempunyai konsistensi relatif cair diformulasikan sebagai
emulsi air dalam minyak atau minyak dalam air. Krim dapat digunakan untuk
pemberian obat, melalui vaginal. (Farmakope Indonesia edisi IV).
3. Papain memiliki efek anti inflamasi, yaitu mengurangi peradangan dalam tubuh. Maka papaya juga dapat digunakan sebagai krim wajah (masker) untuk mengangkat sel-sel mati dan bertindak sebagai pengelupasan ringan pada kulit.
4.2 Saran
Kepada para pembaca saya ucapakan selamat belajar dan manfaatkanlah makalah ini dengan sebaik-baiknya. Saya menyadari bahwa makalah ini masih perlu ditingkatkan mutunya, oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat saya harapkan.
DAFTAR
PUSTAKA